Pemeliharaan Al-Qur’an

Pemeliharan Al-Qur’an

Untuk menjamin keutuhan Al-Qur’an, maka Rasulullah berusaha keras dalam rangka memeliharanya, baik secara langsung maupun tidak langsung, yang kemudian dilanjutkan oleh para shahabat-shahabat setelah beliau, seperti Abu Bakar, Umar, Utsman, dan lainnya.
Pada periode ini Al-Qur’an belum dikumpulkan dalam satu mushaf, tetapi masih berupa tulisan yang terpisah-pisah dan hafalan para shahabat. Untuk lebih jelasnya tentang pemeliharaan Al-Qur’an ini adalah sebagai berikut:
a. Pemeliharaan Al-Qur’an di masa Rasul melalui tahapan sebagai berikut:
1) Melalui Hafalan.
Bagi orang yang tidak mampu menulis dan membaca, begitu pula bagi mereka yang mampu dan tahu tentang tulis baca, Nabi selalu menganjurkan agar Al-Quran selalu dibaca baik di dalam maupun di luar shalat, dan Nabi saw. sendiri pun selalu diulangi oleh Jibril dalam jagka waktu satu tahun sekali.

Baca selengkapnya

You cannot copy content of this page