Macam-macam hukum syar’i dan pengertiannya

MACAM-MACAM HUKUM SYAR’I DAN PENGERTIANNYA

  1. 1.    Hukum taklify

Hukum taklifi adalah khitab (perintah) allah atau sabda Nabi saw. Bagi orang mukallaf yang didalamnya mengandung tuntutan, baik suruhan, larangan atau kebolehan yang semuanya didasarkan kepada kemampuan mukallaf (hukum yang mengandung taklif, yang mengandung beban terhadap mukallaf).

Contoh:

  • Yang mengandung tuntutan atau ijab seperti melaksanakan sholat wajib lima waktu atau puasa sebagaimana dalam al-quran s. al-baqoroh ayat 34 and 183
  • Yang mengandung larangan atau tahrim, seperti haramnya memakan bangkai atau babi
  •  Dan lain-lain

 

  1. 2.    HUKUM WADH’I

Hukum wadh’i adalah hukum tuhan yang berhubungan dengan sesuatu yang menjadi alamat tanda-tanda yang menentukan ada dan tidaknya hukum taklif.

Jadi yang mentebabkan ada dan tidak adanya hukum taklif di atas tergantung kepada hokum wadh’i karena berhubungan dengan sebab-sebab, syarat, mani’, sahih, batal, azimah dan rukhashah.

Contoh:

  • Sebab: sebabnya tergelincir matahari maka wajib sholat dhuhur sebagaimana dalam qur’an s.al-isra ayat 78.
  • Syarat: wudlu adalah menjadi syarat sahnya sholat.
  • Batal: yang sedang melaksanakan sholat tanpa membaca surat al-fatihah maka sholatnya menjadi batal sebab meninggalkan rukun.
  • Dan lain-lain

 IJAB (WAJIB)

Ijab adalah firman atau titah yang meminta untuk dikerjakan dengan tuntutan yang pasti, dengan kata lain perintah yang harus dijalankan. Contohnya diwajibkannya berpuasa dibulan romadlon sebagaimana dalam al-qur’an s.al-baqoroh 183 yang artinya: titah allah yang idalamnya mengandung larangan atau tuntutan yang mesti harus dijauhi dan tuntutan itu sifatnya past

  NADB

Nadb adalah perintah yang tidak harus dijalankan atau khitab Allah yang menuntuk suatu perbuatan dengan tuntutan yang tidak pasti, seperti membaca salam terhadap orang lain.

TAHRIM

Tahrim adalah titah Allah yang meminta tinggalkan sesuatu perbuatan sebagai suatu kemestian atau titah allah yang di dalamnya mengandung larangan atau tuntutan yang mesti harus dijauhi dan tuntutan itu sifatnya pasti, seperti dalam qur’an s.isro ayat 32 yang artinya : “ janganlah kamu dekati zina sesungguhnya itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatau jalan yang buruk”

KAROHAH

Karahah adalah titah Allah yang meminta untuk ditinggalkanpada sesuatu perbuatan tetapi tidak merupakan kemestian, seperti meninggalkan berwudlu dengan air yang terjemur oleh matahari

 IBAHAH

Ibahah adalah firman Allah yang di dalamnya mengandung kebolehan untuk diperbuat atau ditinggalkan dengan memilih sesuatu diantara keduanya. Seperti firman allah  dalam al-qur’an s.al-baqoroh 235 yang artinya :” Tidak ada dosa atasmu meminang wanita-wanita itu dengan sindiran yang baik”.

MAHKUM FIH

Mahkum fih kadangkala disebut dengan istilah biih yaitu perbuatan-perbuatan orang mukallaf yang dibebani hukum.

Hukum yang dibebankan kepada mukallaf itu ada 5 (lima) yang dinamakan para ulama fiqih dengan istilah ahkamul khomsah, artinya hukum yang lima.

Pembagian Hukum yang lima yaitu:

  1. 1.    Wajib
  2. 2.    Sunnat
  3. 3.    Haram
  4. 4.    Mubah
  5. 5.    Makruh

Tinggalkan komentar

You cannot copy content of this page