Tersingkapnya Aib Anjing dan Kucing

Tersingkapnya Aib Anjing dan Kucing

Nabi Nuh berdakwah selama ratusan tahun ketika manusia diselimuti kemurkaan,keserakahan,kedoliman dan juga menyembah berhala yang telah menyebar dimana-mana.Dari dakwah itu hanya menghasilkan 8o orang yang sadar mengikuti jejaknya dan

Baca selengkapnya

Meneladani Keteguhan Nabi Syits: Pelajaran Berharga bagi Generasi Masa Kini

Meneladani Keteguhan Nabi Syits: Pelajaran Berharga bagi Generasi Masa Kini

Nabi Syits, putra Nabi Adam, merupakan nabi kedua yang diutus Allah SWT. Kisah hidupnya penuh dengan pelajaran berharga yang dapat diteladani oleh generasi masa kini. Berikut beberapa poin penting dari kisah Nabi Syits:

Baca selengkapnya

Kisah Penciptaan Nabi Adam Menelusuri Asal Usul Manusia Menurut Al-Quran

Kisah penciptaan Nabi Adam merupakan suatu kisah yang sangat penting dalam ajaran Islam. Kisah ini tidak hanya menceritakan tentang asal usul manusia, tetapi juga tentang hubungan manusia dengan Tuhan dan alam semesta. Kisah ini terdapat dalam Al-Qur’an, terutama dalam Surat Al-Baqarah ayat 30-39.

Dalam kisah tersebut, Allah SWT menciptakan bumi dan langit beserta segala isinya, termasuk manusia. Pertama-tama, Allah SWT menciptakan malaikat dari nur (cahaya). Kemudian, Allah SWT menciptakan jin dari api. Setelah itu, Allah SWT menciptakan manusia dari tanah.

Baca selengkapnya

Anak Ajaib dari keluarga kristen yang di Anugrahi setetes Ilmu alloh

anak ajaib yang diberi ilmu laduni

SYARIFUDDIN KHALIFAH KINI DEWASA, BAYI AJAIB NON-MUSLIM AFRIKA

Anak Ajaib dari

Muslimedianews ~ Kembali mengingat peristiwa tahun 90-an, dunia saat itu
gempar dengan berita besar seorang bayi berumur 2 bulan dari keluarga Katholik di Afrika yang menolak dibaptis. “Mama, unisibi baptize naamini kwa Allah, na jumbe wake Muhammad” (Ibu, tolong jangan baptis saya. Saya adalah orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya, Muhammad).

anak ajaib yang diberi ilmu laduni

Ayah dan ibunya, Domisia-Francis, pun bingung. Kemudian didatangkan seorang pendeta untuk berbicara kepada bayinya itu: “Are You Yesus?” (Apakah kamu Yesus?).

Kemudian dengan tenang sang bayi Syarifuddin menjawab:“No, I’m not Yesus. I’m created by God. God, The same God who created Jesus” (Tidak, aku bukan Yesus. Aku diciptakan oleh Tuhan, Tuhan yang sama dengan yang menciptakan Yesus). Saat itu ribuan umat Kristen di Tanzania dan sekitarnya dipimpin bocah ajaib itu mengucapkan dua kalimat syahadat.

Bocah Afrika kelahiran 1993 itu lahir di Tanzania Afrika, anak keturunan non Muslim. Sekarang bayi itu sudah remaja, setelah ribuan orang di Tanzania-Kenya memeluk agama Islam berkat dakhwahnya semenjak kecil. Syarifuddin Khalifah namanya, bayi ajaib yang mampu berbicara berbagai bahasa seperti Arab, Inggris, Perancis, Italia dan Swahili. Ia pun pandai berceramah dan menterjemahan al-Quran ke berbagai bahasa tersebut. Hal pertama yang sering ia ucapkan adalah: “Anda bertaubat, dan anda akan diterima oleh Allah Swt.”

Syarifuddin Khalifah hafal al-Quran 30 juz di usia 1,5 tahun dan sudah menunaikan shalat 5 waktu. Di usia 5 tahun ia mahir berbahasa Arab, Inggris, Perancis, Italia dan Swahili. Satu bukti kuasa Allah untuk menjadikan manusia bisa bicara dengan berbagai bahasa tanpa harus diajarkan.

Latar Belakang Syarifuddin Khalifah

Mungkin Anda terheran-heran bahkan tidak percaya, jika ada orang yang bilang bahwa di zaman modern ini ada seorang anak dari keluarga non Muslim yang hafal al-Quran dan bisa shalat pada umur 1,5 tahun, menguasai lima bahasa asing pada usia 5 tahun, dan telah mengislamkan lebih dari 1.000 orang pada usia yang sama. Tapi begitulah kenyatannya, dan karenanya ia disebut sebagai bocah ajaib; sebuah tanda kebesaran Allah Swt.

Syarifuddin Khalifah, nama bocah itu. Ia dilahirkan di kota Arusha, Tanzania. Tanzania adalah sebuah negara di Afrika Timur yang berpenduduk 36 juta jiwa. Sekitar 35 persen penduduknya beragama Islam, disusul Kristen 30 persen dan sisanya beragam kepercayaan terutama animisme. Namun, kota Arusha tempat kelahiran Syarifuddin Khalifah mayoritas penduduknya beragama Katolik. Di urutan kedua adalah Kristen Anglikan, kemudian Yahudi, baru Islam dan terakhir Hindu.

Seperti kebanyakan penduduk Ashura, orangtua Syarifuddin Khalifah juga beragama Katolik. Ibunya bernama Domisia Kimaro, sedangkan ayahnya bernama Francis Fudinkira. Suatu hari di bulan Desember 1993, tangis bayi membahagiakan keluarga itu. Sadar bahwa bayinya laki-laki, mereka lebih gembira lagi.

Sebagaimana pemeluk Katolik lainnya, Domisia dan Francis juga menyambut bayinya dengan ritual-ritual Nasrani. Mereka pun berkeinginan membawa bayi manis itu ke gereja untuk dibaptis secepatnya. Tidak ada yang aneh saat mereka melangkah ke Gereja. Namun ketika mereka hampir memasuki altar gereja, mereka dikejutkan dengan suara yang aneh. Ternyata suara itu adalah suara bayi mereka. “Mama usinibibaptize, naamini kwa Allah wa jumbe wake Muhammad!” (Ibu, tolong jangan baptis saya. Saya adalah orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya, Muhammad).

Mendengar itu, Domisia dan Francis gemetar. Keringat dingin bercucuran. Setelah beradu pandang dan sedikit berbincang, mereka memutuskan untuk membawa kembali bayinya pulang. Tidak jadi membaptisnya.

 

Awal Maret 1994, ketika usianya melewati dua bulan, bayi itu selalu menangis ketika hendak disusui ibunya. Domisia merasa bingung dan khawatir bayinya kurang gizi jika tidak mau minum ASI. Tetapi, diagnose dokter menyatakan ia sehat. Kekhawatiran Domisia tidak terbukti. Bayinya sehat tanpa kekurangan suatu apa. Tidak ada penjelasan apapun mengapa Allah mentakdirkan Syarifuddin Khalifah tidak mau minum ASI dari ibunya setelah dua bulan.

Di tengah kebiasaan bayi-bayi belajar mengucapkan satu suku kata seperti panggilan “Ma” atau lainnya, Syarifuddin Khalifah pada usianya yang baru empat bulan mulai mengeluarkan lafal-lafal aneh. Beberapa tetangga serta keluarga Domisia dan Francis terheran-heran melihat bayi itu berbicara. Mulutnya bergerak pelan dan berbunyi: “Fatuubuu ilaa baari-ikum faqtuluu anfusakum dzaalikum khairun lakum ‘inda baari-ikum, fataaba ‘alaikum innahuu huwattawwaburrahiim.”

Orang-orang yang takjub menimbulkan kegaduhan sementara namun kemudian mereka diam dalam keheningan. Sayangnya, waktu itu mereka tidak mengetahui bahwa yang dibaca Syarifuddin Khalifah adalah QS. al-Baqarah ayat 54.

Domisia khawatir anaknya kerasukan setan. Ia pun membawa bayi itu ke pastur, namun tetap saja Syarifuddin Khalifah mengulang-ulang ayat itu. Hingga kemudian cerita bayi kerasukan setan itu terdengar oleh Abu Ayub, salah seorang Muslim yang tinggal di daerah itu. Ketika Abu Ayub datang, Syarifuddin Khalifah juga membaca ayat itu. Tak kuasa melihat tanda kebesaran Allah, Abu Ayub sujud syukur di dekat bayi itu.

Baca selengkapnya

Kisah-kisah ajaib tentang mimpi dan tafsirnya

Kisah-kisah ajaib tentang mimpi dan tafsirnya

Mimpi sholat di atas ka’bah

Suatu hari datanglah seorang lelaki kepada Sa’id bin Musayyab ra, katanya, “Saya bermimpi, seakan-akan saya sholat diaatas Ka’bah, apakah itu artinya?” Tanya lelaki itu, Sa’id bin Musayyab menjawab, “wahai……takutlah kepada allah, karena aku merasa yakin bahwa dirimu telah keluar dari agama Islam:

“tuan, di hadapan anda, saya bertobat dari ucapan orang-orang aliran ilmu kalam paham qodariyyah (bukan dibaca qodiriyyah kalau qodiriyyah itu thoriqoh qodiriyyah). Karena sesungguhnya, saya telah mengikuti ucapan mereka selama 2 bulan”’ ujar lelaki itu.

Mimpi adzan

Dikisahkan ada seorang lelaki datang menghadap kepada

Baca selengkapnya

Syeikh Abdulloh Mubarok bin Nur Muhammad

Riwayat Singkat Syeikh Abdulloh Mubarok bin Nur Muhammad (ABAH SEPUH)

  1. Lahir sekitar tahun1836 di Kampung Cicalung, Desa Bojongbentang Kecamatan Pagarageung, Kabupaten Tasikmalaya.
  2. Ayahnya bernama Rd. Nur Muhammad alias Nurpraja alias Eyang Upas. Ibunya bernama Ny. Emah
  3. Mengikuti pendidikan agama pertama kali di Pesantren Sukamiskin (Kabupaten Bandung). Setelah mendirikan Pesantren Tundangan dekat Kota Tasikmalaya kemudian melanjutkan menambah ilmu, yaitu

    Baca selengkapnya

You cannot copy content of this page