Dialognya seorang wali Alloh
Renungan Jiwa
”Dunia ini fana anehnya orang-orang memperebutkan yang fana. Alloh itu kekal dan maha Suci anehnya orang-orang pada lari dari yang maha Suci”. Berakalkah?
Dialognya seorang wali Alloh
”Dunia ini fana anehnya orang-orang memperebutkan yang fana. Alloh itu kekal dan maha Suci anehnya orang-orang pada lari dari yang maha Suci”. Berakalkah?
Thoriqot atau thoriqoh, dalam bahasa kita diucapkan tarekat atau suluk. Thoriqoh itu sendiri artinya jalan, metode atau cara .
Thoriqoh (juga dikenal sebagai tarekat) dalam tasawuf memiliki beberapa pengertian:

Hukum memiliki guru mursyid atau pembimbing rohaniah dalam ajaran Islam memiliki peran yang sangat penting. Ini bukan hanya sekadar tradisi, tetapi merupakan bagian integral dari perjalanan spiritual seorang Muslim menuju Allah. Berikut adalah beberapa poin yang menggambarkan signifikansi dari hubungan ini:
1. Tradisi Islam:
Hukum memiliki guru mursyid bukanlah konsep baru dalam Islam. Rasulullah Muhammad SAW sendiri menjadi mursyid bagi para sahabatnya. Hal ini mencerminkan pentingnya bimbingan spiritual dalam memahami ajaran agama dan menghadapi tantangan kehidupan.
(KAJIAN TASAWUF)
Pada suatu hari Nabi Musa berpidato dengan pasih dan lancar dihadapan kaum nya Bani Isroil, dengan kata-kata dan kalimat yang tersusun rapih, menerangkan keagungan dan kesucian Allah. sehingga banyak di antara para pendengarnya terharu karenanya, meresapi sampai ke dalam jiwa dan sumsumnya.
Setelah berpidato itu, lalu tampil kemuka seorang tua, bertanya kepada Nabi Musa a.s.”Adakah orang lain yang lebih pintar dari pada engkau, ya Musa?”. Dengan tegas Musa menjawab : “Tidak ada”.
Baru saja Musa mengeluarkan jawaban itu dari mulutnya, tiba-tiba datang wahyu Allah kepadanya : ” Bahwasannya ilmu pengetahuan itu luas sekali dan pengetahuan itu bukan hanya terletak pada diri seorang rosul saja, tetapi mungkin ada orang lain yang lebih pintar”.
Mendengar wahyu yang demikian itu, tergerak keinginan Musa untuk menjumpai orang yang lebih pintar darinya, maka berkatalah ia kepada Allah “Ya Allah, siapakah orang yang lebih pintar itu dan dimanakah tempatnya? Saya ingin menemuinya dan memetik ilmunya”.
Tuhan menjawab : “Engkau dapat menjumpai orang itu ditempat bertemunya dua lautan (antara lautan Roma dan Persi). Musa berkata lagi : ”Tunjukilah saya jalan ke sana, ya Allah”. Tuhan berfirman pula kepada Musa : ”Bawalah seekor ikan yang besar, bila ikan itu menghilang, maka disitulah engkau akan berjumpa dengan orang itu”.
Kemudian bejalanlah Musa dengan ditemani oleh seorang pemuda,
HATI-HATI DIBALIK IBADAH ADA NAFSU
(KAJIAN TASAWUF)
Tidak sedikit orang yang mencurahkan perhatian kepada Allah dengan meninggalkan anak, keluarga pekerjaan, dengan sengaja memakai pakaian compang camping padahal itu nafsu belaka. Sebagaimana Ibnu Athoilah mengatakan:
Mursyid itu adalah guru ruhani yang mengetahui anatomi ruhani kita dengan jelas, dan menghadapkan kita ke hadirat Allah Swt. Agar kita mengenal Allah dengan sesungguhnya.
Mursyid mengajarkan kita bagaimana cara mendekatkan diri kepada Allah sekaligus memberi
You cannot copy content of this page