SYARAT DAN KETENTUAN PAKAIAN IHRAM

Dalam hal ini perkataan ihram berasal daripada perkataan Arab: أَحْرَمَيُحْرِمُإِحْرَامًا yang membawa maksud menjadikan ia haram. Iaitu apabila seseorang memulakan takbiratul ihram maka ia seolah-olahnya dengan rela hati mengharamkan apa-apa yang sebelum takbiratul ihram itu halal.

Namun, ihram yang kita maksud dalam hal ini adalah pakaian ihram yang digunakan dalam melaksanakan ibadah haji atau umrah . Ihram merupakan pakaian wajib kaum muslimin yang hendak melaksanakan Ibadah haji maupun Umrah. Mengenakan pakaian Ihram merupakan tanda ibadah Haji atau Umrah dimulai. Pada saat ini talbiyah diucapkan dengan Lafaz :
labbaik Allahumma Labbaik,
labbaik laa syarikka laka labbaik,
innal haamda wanni’mata laka wal mulk
Laa syariika laka.

Adapun pakaian ihram yang dikenakan perempuan dan laki-laki memiliki syarat yang berbeda. Untuk lebih jelasnya akan kami paparkan sebagai berikut:

  1. Pakaian Ihram untuk Laki-laki

Pakaian Ihram untuk laki-laki memiliki tingkat persyaratan yang lebih kompleks daripada perempuan. Sebab untuk laki-laki terdiri dari dua helai kain yang tidak boleh dijahit. Kain tersebut disunatkan berwarna putih. Adapaun cara pemakaiannya satu helai dililit menyerupai sarung untuk menutupi aurat laki-laki, dan satu helai lagi dililitkan di bagain perut ke dada.  Pria itu tidak boleh mengenakan celana, kemeja, tutup kepala dan juga tidak boleh menutup mata kaki.

Kaim Ihram Melilitkan Kain Ihram Pakaian Ihram untuk laki-laki

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2. Kain Ihram Untuk Perempuan

Untuk perempuan tidak ada persyaratan yang rumit seperti pada pakaian ihram laki-laki. Sebagaimana kewajiban menutup aurat untuk perempuan, begitu pun pada syarat mengenakan pakaian ihram untuk perempuan.

Yang terpenting bagi perempuan adalah memakai pakaian yang menutup aurat namun justru tidak diperkenankan memakai penutup wajah dan juga penutup telapak tangan. Dasarnya adalah sabda Rasulullah SAW:

لَاتَنْتَقِبْالْمَرْأَةُالْمُحْرِمَةُوَلَاتَلْبَسْالْقُفَّازَيْنِ

Wanita yang sedang dalam keadaan berihram supaya tidak memakai niqab (cadar) dan tidak memakai kaos tangan

(HR Bukhari 1838)

 

Pakaian yang menutup aurat dalam hal ini adalah yang mampu menutupi seluruh anggota badan, tanpa bisa diterawang (kain yang tipis atau tembus pandang), tidak ketat, tidak memperlihatkan lekuk tubuh, termasuk menggunkan bergo/ kerudung yang menutupi dada.

Contoh Pakaian Ihram Perempuan

 

Contoh pakaian ihram perempuan

You cannot copy content of this page