Cara Membersihkan Fikiran Kotor dengan Mudah dan Efektif

Cara Membersihkan Fikiran Kotor dengan Mudah dan Efektif

Pikiran kotor dapat muncul tiba-tiba dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Hal ini dapat membuat Anda merasa tidak nyaman, malu, dan bersalah. Jika Anda sedang berjuang dengan pikiran kotor, jangan khawatir. Ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk membersihkan pikiran kotor tersebut dengan mudah dan efektif.

1. Identifikasi Pemicu Pikiran Kotor

Langkah pertama untuk mengatasi pikiran kotor adalah dengan mengidentifikasi pemicunya. Apa saja yang dapat memicu munculnya pikiran kotor dalam benak Anda? Apakah itu gambar atau video yang Anda lihat, musik yang Anda dengar, atau percakapan yang Anda lakukan? Setelah Anda mengetahui pemicunya, Anda dapat mulai menghindarinya.

2. Ganti Pikiran Kotor dengan Pikiran Positif

Ketika pikiran kotor muncul, jangan biarkan pikiran itu berlama-lama dalam benak Anda. Segera ganti pikiran kotor tersebut dengan pikiran positif. Pikirkan tentang hal-hal yang indah, seperti pemandangan alam yang indah, momen-momen bahagia bersama keluarga dan teman, atau tujuan-tujuan yang ingin Anda capai.

Baca selengkapnya

Pentingnya Guru Mursyid untuk perjalanan menuju Alloh

Pentingnya Guru Mursyid

7 Lathifah
Lathoif

Hukum memiliki guru mursyid atau pembimbing rohaniah dalam ajaran Islam memiliki peran yang sangat penting. Ini bukan hanya sekadar tradisi, tetapi merupakan bagian integral dari perjalanan spiritual seorang Muslim menuju Allah. Berikut adalah beberapa poin yang menggambarkan signifikansi dari hubungan ini:

1. Tradisi Islam:
Hukum memiliki guru mursyid bukanlah konsep baru dalam Islam. Rasulullah Muhammad SAW sendiri menjadi mursyid bagi para sahabatnya. Hal ini mencerminkan pentingnya bimbingan spiritual dalam memahami ajaran agama dan menghadapi tantangan kehidupan.

Baca selengkapnya

Wahabi telah melakukan kejahatan memalsukan kitab Ahlusunnah

Wahabi mengadudombakan umat Islam.

Bukti (Scanned kitab) kejahatan wahabi memalsukan kitab Imam Ahlusunnah : 8 dari 40 kitab yang dipalsukan

Buku : Salafi Wahabi – “Mereka Memalsukan Kitab-Kitab Karya Ulama Klasik: Episode Kebohongan Publik Sekte Salafi Wahabi”.

Menurut penelitianpenulis, ada 38 kitab yang telah terbukti mengalami pemalsuan. Padahal ini belum lagi yang lain yang jumlahnya banyak. Diantaranya:
1.Shahih bukhari

2.Shahih muslim

3.Shahih at-turmudzi

4.Musnad imam ahmad

5.Tarikh al-ya’qubi

6.Nahj al-balaghah

7.Syarh aqaid an-nasafi

8.Al-kasykul wal mukhallah

9.Iqtidhas shirat al-mustaqim

10.Ahwalul qubur, ibn rajab

11.Al-bahr al-muhith

13.As-shawaiqul muhriqah

14.Diwan al-mutanabbi

15.Akhbarul himaqi wal mughaffilin

16.Hayatul muhammad

17.Thabaqatul mu’tazilah

18.Al-ibanah, asy’ari

19.Majma’ al-bayan

20.Mukhtashar tarikh ad-dual

21.Al-aghani, abul faraj

22.Muqatil at-thalibin

23.At-thabaqat, ibn sa’ad

24.Syarh an-nahj, al-mu’tazili

25.Tathir al-jinan

26.Al-ma’arif, ibn qutaibah

27.Tarikh at-thabari

28.Hasiyah as-shawi ala tafsir jalalain

29.Aqidatus salaf ashabul hadits

30.Syarh al-aqidah at-thahawiyah

31.Al-adzkar, an-nawawi

32.Tafsir al-kasyaf, az-zamahsyari

33.Diwanul imam syafi’i

34.Al-fawaid al-muntakhabat

35.Tafsir ruhul ma’ani

36.Hasiyah ibnul abidin

37.Majmu’ fatawa, ibn taimiyah

38.Nihayah al-qaul al-mufid

  1. Alwasiat imam Hanafi
  2. Nadzom jurumiyah

dll

[lihat Mereka memalsukan kitab-kitab karya ulama klasik:82-83]

disini adalah bukti nyata pemalsuan kitab kitab ulama sunni oleh wahabi :

  1. Pemalsuan Kitab alwasiat (imam Hanafi)
  2. Pemalsuan Kitab Ijtima’ al-Juyus al-Islamiyah ‘ala Ghazwi al-Mu’aththilah wa al-Jahmiyah (Ibnul Qayyim al-Jauziyah)
  3. Pemalsuan Kitab  ‘Aqidah as-Salaf Ashab al-Hadits (Imam  Abu Utsman As-Shobuni)
  4. Pemalsuan Kitab “Ash-Shawi ‘ala Tafsir Al-Jalalain”  (Imam ashawi asyafi’i)
  5. Pemalsuan kitab “al adzkar” (Imam Nawawi)
  6. Pemalsuan Kitab “Diwan Imam Syafii ” (Imam Syafii)
  7. Pemalsuan Kitab “jami’ushaghir” (Imam Suyuti) oleh Syaikh Albani alkadzab
  8. Pemalsuan  Kitab Nadhom Jurumiyah

Bukti Buktinnya: 

  1. Kejahatan Wahabi Yang Merombak Kitab al-Washiyyah (Imam Abu Hanifah) : Dia Allah Istawâ atas arsy dari tanpa memerlukan kepada arsy itu sendiri dan tanpa bertempat di atasnya

Kejahatan Wahabi Yang Merombak Kitab al-Washiyyah Karya Imam Abu Hanifah

Baca selengkapnya

Hukum Memakai Batu Akik

Banyak pertanyaan di benak masyarakat luas, dengan semakin maraknya para kaum Adam menyukai berbagai batu-batu perhiasan termasuk batu akik, mendorong saya untuk sedikit membicarakan hukum memakai batu akik. Memang sepanjang pengamatan saya, akhir-akhir ini demam cincin berbatu akik atau batu mulia lainnya meningkat dengan tajam. Buktinya adalah menjamurnya para padagang batu akik di mana-mana. Mulai harga yang puluhan ribu sampai jutaan. Bahkan kadang harganya lebih tinggi dari emas. Saya akan mengemukakan sebuah riwayat Imam Muslim yang menjelaskan bahwa cincin Rasulullah saw itu terbuat dari perak dan batu mata cincinya berasal dari negeri Habasyi. عن أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ كَانَ خَاتَمُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ وَرِقٍ وَكَانَ فَصُّهُ حَبَشِيًّا -رواه مسلم “Dari Anas bin Malik ra ia berkata, bahwa cincin Rasulullah saw itu terbuta dari perak dan mata cincinya itu mata cincin Habasyi”. (H.R. Muslim) Menurut Imam Nawawi para ulama menyatakan bahwa yang dimaksud dengan, “mata cincinya itu mata cincin Habasyi” adalah batu yang berasal dari Habasyi. Artinya batu mata cincinya itu dari jenis batu merjan atau akik karena dihasilkan dari pertambangan batu di Habsyi dan Yaman. Pendapat lain mengatakan bahwa batu mata cincinya berwarna seperti warna kulit orang Habasyi, yaitu hitam. Sedangkan dalam Shahih al-Bukhari terdapat riwayat dari Hamin dari Anas bin Malik yang menyatakan mata cincinya itu terbuat dari perak. Dalam pandangan Ibnu ‘Abd al-Barr ini adalah yang paling sahih. Dari sinilah kemudian lahir pendapat lain yang mencoba untuk mempertemukan riwayat Imam Muslim dan Imam Bukhari. Menurut pendapat ini, baik riwayat yang terdapat dalam Shahih Muslim maupun Shahih al-Bukhari adalah sama-sama sahihnya. Maka menurut pendapat ini Rasulullah saw pada suatu waktu memakai cincin yang matanya terbuat dari perak, dan pada waktu lain memakai cincin yang matanya dari batu yang berasal dari Habsyi. Bahkan dalam riwayat lain menyatakan bahwa batu mata cincin beliau itu dari batu akik. وَكَانَ فَصُّهُ حَبَشِيًّا ) قَالَ الْعُلَمَاءُ يَعْنِى حَجَرًا حَبَشِيًّا أَىْ فَصًّا مِنْ جَزْعٍ أَوْ عَقِيقٍ فَإِنَّ مَعْدِنَهُمَا بِالْحَبَشَةِ وَالْيَمَنِ وِقِيلَ لَوْنُهُ حَبَشِىٌّ أَىْ أَسْوَدُ وَجَاءَ فِى صَحِيحِ الْبُخَارِيِّ مِنْ رِوَايَةِ حَمِيدٍ عَنْ أَنَسٍ أَيْضًا فَصُّهُ مِنْهُ قَالَ بْنُ عَبْدِ الْبَرِّ هَذَا أَصَحُّ وَقَالَ غَيْرُهُ كِلَاهُمَا صَحِيحٌ وَكَانَ لِرَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِى وَقْتٍ خَاتَمٌ فَصُّهُ مِنْهُ وَفِى وَقْتٍ خَاتَمٌ فَصُّهُ حَبَشِىٌّ وَفِى حَدِيثٍ آخَرَ فَصُّهُ مِنْ عَقِيقٍ “(Dan mata cincinnya itu mata cincin Habasyi). Para ulama berkata maksudnya adalah batu Habasyi yaitu batu mata cincin dari jenis batu merjan atau akik. Karena keduanya dihasilkan dari penambangan batu yang ada Habsyi dan Yaman. Dan dikatakan (dalam pendapat lain) warnanya itu seperti kulit orang Habasyi yaitu hitam. Begitu juga terdapat dalam Shahih al-Bukhari riwayat dari Hamid dan Anas bin Malik yang menyatakan bahwa mata cincinya itu dari perak. Menurut Ibnu Abd al-Barr ini adalah yang paling sahih. Sedangkan ulama lainnya mengatakan bahwa keduanya adalah sahih, dan Rasulullah saw pada suatu kesempatan memakai cincin yang matanya dari perak dan pada waktu lain memakain cincin yang matanya dari batu Habasyi. Sedang dalam riwayat lain dari akik.” (Muhyiddin Syarf an-Nawawi, al-Minhaj Syarh Shahih Muslim, Bairut-Dar Ihya` at-Turats al-‘Arabi, cet ke-2, 1392 H, juz, 14, h. 71) Namun terdapat keterangan lain yang menyatakan bahwa apa yang dimaksudkan, “mata cincinya itu mata cincin Habasyi” adalah salah satu jenis batu zamrud yang terdapat di Habasyi yang berwarna hijau, dan berkhasiat menjernihakan mata dan menjelaskan pandangan” وَفِي الْمُفْرَدَاتِ نَوْعٌ مِنْ زَبَرْجَدَ بِبِلَادِ الْحَبْشِ لَوْنُهُ إِلَى الْخَضْرَةِ يُنَقِّي الْعَيْنَ وَيَجْلُو الْبَصَرَ “Dan di dalam kitab al-Mufradat, (batu cincin yang berasal dari Habasyi) adalah salah satu jenis zamrud yang terdapat di Habasyi, warnanya hijau, bisa menjernihkan mata dan menerangkan pandangan” (Lihat Abdurrauf al-Munawi, Faidlul-Qadir, Bairut-Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, cet ke-1, 1451 H/1994 M, juz, 5, h. 216) Lantas bagaimana hukum memakainya?

Baca selengkapnya

Cara mengobati sesak napas

Cara mengobati sesak napas Resep untuk mengobati sesak napas ini, gampang sekali! Sediakan kacang hijau sebanyak 1 cangkir. Kemudian disangrai (digoreng tanpa minyak goreng) sampai bener-benar kering korontang. Dilembutkan sedemikian rupa sehingga halus bagai debu. Setelah itu, diaduk menggunakan sendok. Diminum pagi hari setelah sarapan dan malam menjelang tidur. Insya allah jika benar-benar dipraktekan , … Baca selengkapnya

‘BERLARI’ SECEPAT MUHAMMAD : Menembus Batas Langit Perjalanan Isra Mi’raj

Penulis : Susi Juliani
Sumber Artikel: http://istanakata.wordpress.com

Prolog
Ilmuwan terkemuka Sinka mengatakan: siapa pun yang melayangkan pendangannya ke arah langit pasti akan memejamkan kedua matanya dengan penuh kekaguman dan katakjuban. Sebab ia melihat jutaan bintang yang bersinar terang, mengamati pergerakannya di garis orbitnya, dan beralih memandangi rasi-rasinya. Masing-masing bintang, planet, nebul, dan satelit adalah dunia yang berdiri sendiri, dan jauh lebih besar daripada bumi beserta segala yang ada diantaranya dan yang melingkupinya (Ahmad, 2006:42).

Bayangkan, jika kita sedang menengadah ke langit di malam hari, kita melihat sinar bulan yang begitu indah. Nah, sinar bulan yang kita lihat itu membutuhkan waktu untuk menempuh jarak dari bulan ke bumi sekira 350.000 kilometer. Karena kecepatan cahaya sekitar 300.000 meter per detik, maka cahaya bulan itu membutuhkan waktu lebih dari satu detik untuk sampai ke bumi. Artinya, ketika kita melihat bulan, sebenarnya bulan yang kita lihat itu bukanlah bulan pada saat yang sama. Sebab, bulan membutuhkan waktu selama satu detik untuk mencapai bumi. Paling tidak, bulan yang kita lihat saat ini adalah bulan satu detik yang lalu.

Hal itu juga terjadi ketika kita melihat matahari. Karena jarak Matahari – Bumi yang demikian jauhnya sekitar 150 juta kilometer, maka kecepatan cahaya membutuhkan waktu 8 menit untuk sampai ke bumi. Artinya, jika waktu itu kita melihat matahari, maka matahari yang kita lihat itu sebenarnya bukalah matahari pada saat itu, melainkan matahari 8 menit yang lalu (Mustofa, 2006:71).

Keanaehan dan keterkaguman kita akan semakin bertambah, manakala kita menyaksikan benda-benda langit yang lain, bintang umpamanya. Malah ada bintang yang berjarak sangat jauh dari bumi hingga memakan waktu 8 tahun cahaya dari bumi. Maka jika kita melihat bintang itu, sebenarnya kita sedang menyaksikan bintang yang usianya 8 tahun lalu. Mengagumkan

Baca selengkapnya

M2KQ, Meraih Cita Dengan Cinta (Merefleksikan Sejarah Dengan Tulisan)

M2KQ, Meraih Cita Dengan Cinta (Merefleksikan Sejarah Dengan Tulisan) Oleh Susi Juliani Di tengah keterpurukan jiwanya, seorang penyair handal sekaliber Kahlil Gibran mampu menghasilkan ratusan karya yang masih diburu banyak orang hingga kini. Rasa cintanya yang ‘meletup-letup terhadap seorang gadis Libanon, mampu menyihir Kahlil menjadi pujangga cinta paling fenomenal dalam jamannya, yang memiliki ruh dalam … Baca selengkapnya

You cannot copy content of this page