Urutan Cara-cara melaksanakan umroh:
- Bersuci dengan mandi dan berwudlu
- Berpakaian ihram, jika memungkinkan melaksanakan sholat sunnat ihram
- Niat dalam hati dan mengucapkan: “labaik alloahumma ‘umrotan “ artinya: “aku penuhi panggilanMu ya allah untuk umroh.” Atau “nawaitul ‘umrota wa ahromtu bihaa lillahi ta’aalaa” artinya : “aku niat umroh dengan berihrah karena allah ta’ala.” (yang harus diperhatikan waktu pelaksanaan untuk niat harus di miqot)
- Selama dalam perjalanan menuju mekkah dalam kendaraan atau unta dianjurkan untuk membaca talbiyah dan sholawat. Bacaan talbiyah : “labaik allohumma labaik laa syariika laka labaik, innal hamda wan ni’mata laka wal mulka laa syariika laka”. Artinya “aku menyambut panggilanMU, aku menyambt panggilanMU, tada sekut bagiMU,aku menyambut panggilanMU. Segala puji dan segala ni’matnya bagiMu, juga sekali kekuasaan. Tiada sekutu bagiMU.” Bacaan sholawat: “allohumma sholli wa sallim ‘alaa sayyidinaa muhammad wa ‘alaa aali sayyidinaa muhammad” artinya:“ya allah limpahkanlah rahmat dan salam kepada Nabi Muhammad saw dan keluarganya.” Dan selanjutnya doa setelah sholawat: “allohumma inna nas-aluka ridlooka wal jannata wana’uudzu bika min sakhotika wan naar. Robbanaa aatinaa fid dunyaa hasanataw wafil akhirooti hasanah wa qinaa adzaabannaar.” Artinya: “Ya allaoh sesungguhnya kami memohon keridloanMu dan surgaMu, kami berlindung kepadaMu dari kemurkaanMu dan siksa neraka. Wahai tuhan kami, berilah kami kebaikan didunia dan kebaikan di akhirat dan hindarkanlah kami dari siksa neraka.”
- Menghentikan bacaan talbiyyah setelah samapai ke mekkah atau memasuki masjidil harom. Sambil baca do’a ketika masuk masjidil harom : “allohumma angtas saaam wa ilaika ya’uudus salaam fahayyinaa robbanaa bis salaam wa adkhilnal jannata daaros salaam tabaarokta robbana wa ta ‘aalaita yaa dzaljalaalil wal ikroom, allohummaftahlii abwaaba rohmatika, bismillahi wal hamdulillahi wa ssholaatu was salaamu ‘ala rosuulillaah.” Artinya: “ya alloh engkaulah sember keselamatan, dan daripadaMulah datangnya keselamatan. Maka hidupkanlah kami wahai tuhan, dengan selaamat sejahtera dan masukanlah kami kedalam surga negeri keselamatan. Maha banyak anugrahMu dan Maha Tinggi Engkau. Wahai Tuhan yang memiliki keagungan dan kehormatan. Ya allah, bukalah untukku pintu-pintu rahmatMU. Dengan nama allah disertai dengan segala puji bagi allah serta sholawat dan salam untuk Rosululloh.”
- Melihat ka’bah disunnatkan berdo’a: “allahumma zid haadzalbaita tasyriifan wa ta’dhiiman wa takriiman wa mahaabatan, wazid man syarrofahu wa ‘adhdhomahu wa karromahu mimman hajjahu awi’tamarohu tasyriifan wa ta’dhiiman wa takriiman wa birron”, artinya : ya alloh tambahkanlah kemulian keagungan kehormatan dan wibawa pada baitulloh ini. Dan tambahan pada orang-orang yang memuliakan, menghormati dan mengagungkanNya diantara mereka yang berhaji atau yang berumroh padanya, dengan kemuliaan dan kehormatan, kebesaran dan kebaikan”.
- Ketika melintas di Makam Ibrohim waktu hendak mulai Thowaf disunatkan berdo’a: “ robbi adkhilnii mudkhola shidqin wa akhrijnii mukhroja shidqiw waj’al lii min ladunka sulthoonan nashiiron. Wa qul jaa-al haqqu wa zahaqol baathilu innal baathila kaana zahuuqoo”. Artinya: “ ya tuhanku, masukanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah pula aku secara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisiMu kekuasaan yang menolong. Dan katakanlah(wahai Muhammad) yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap. Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap”.
- Mulai untuk thowaf.
a) Thowaf mulai dari arah atau searah/sejajar dengan hajar aswad. Pada saat mulai thowaf putaran pertama mengangkat tangan ke hajar aswad dan disunnahkan menghadap ka’bah dengan sepenuh badan, apabila tidak mungkin, cukup menghadapkan sedikit badan ke ka’bah. Pada thawaf putaran kdua dan seterusnya cukup dengan menghadapkan muka ke arah hajar aswad dengan mengangkat tangan dan mengecupnya sambil mengucapkan: “bismillahi wallahu akbar” artinya: “dengan nama allah dan allah maha besar.”
b) Pelaksanaan thowaf sebanyak 7 kali putaran mengelilingi ka’bah dengan memposisikan ka’bah sebelah kiri badan. Selama thowaf disunnatkan berdo’a dan berdzikir.
c) Setiap sampai di Rukun Yamani mengangkat tangan (istilam) tanpa mengecup dan mengucapkan : “bismillahi walloohu akbar” artinya : “dengan nama allah dan allah maha besar.” Dan diantara rukun yamani dan hajar aswad membaca : “ robbanaa atinaa fiddunyaa hasanah wafil akhiroti hasanah waqinaa adzabannaar” artinya : “wahai tuhan kami, berilah kami kebaikan didunia dan diakhirat dan hindarkanlah kami dari siksa neraka”.
d) Usahakan thowaf beregu atau berombongan
e) Selama thawaf jangan menyentuh ka’bah, hijir ismail dan syadzarwan
f) Sesudah thawaf 7 keliling. Apabila keadaan memungkinkan maka laksanakanlah: 1.berdo’a di multazam, yaitu suatu tempat diantara hajar aswad dan pintu ka’bah. 2. Sholat sunnat dua rokaat dibelakang maqam ibrohim atau sekitarnya, dan sesudah sholat berdo’a. 3. Setelah sholat sunnat thawaf dan berdo’a sebaiknya minum air zam-zam ditempat yang telah disediakan (kran dan galon) kemudian berdo’a
- Setelah thawaf atau selesai mengerjakan yang diatas, segera laksanakan untuk menuju bukit safa untuk melakukan sa’i. Urutan tatacara untuk melaksanakan sa’i:
a) Berdo’a ketika hendak mendaki bukit sa’i
b) Setibanya diatas bukit safa menghadap kiblat dan berdo’a
c) Memulai perjalanan sa’i dari bukit safa menuju bukit marwah sebanyak 7 (tujuh kali) perjalanan.
d) Perjalanan dari bukit safa ke marwah dihitung satu kali perjalanan. Demikian juga dari bukit marwah ke bukit safa dihitung satu kali perjalanan, sehingga hitungan ketujuh berakhir di Marwah.
e) Setiap melintasi antara dua pilar hijau (lampu hijau), khusus bagi laki-laki disunnatkan berlari-lari kecil, dan bagi perempuan cukup berjalan biasa sambil berdo’a
f) Setiap mendaki bukit safa dan bukit marwah dari ke tujuh perjalanan sa’i tersebut hendaklah membaca do’a.
- Selesai pelaksanaan sa’i yang diatas
- Bercukur / memotong rambut (tahallul) . tahallul ini yaitu mencukur rambut atau memotong sebagiannya
- Selesailah pelaksanaan umroh.