Asbabun Nuzul Ayat-ayat
Mempelajari asbabun nuzul ayat-ayat muhkamah (ayat-ayat jelas) sangat diperlukan untuk mengetahui dan memahami makna-makna yang tersembunyi i dalamnya, sebab diantara ayat-ayat Qur’an itu ada yang turun dengan didahului suatu sebab dan ada yang turun dengan tanpa sebab, sebagaimana yang dikemukakan oleh Al-Wahidy:
Artinya:
“Tak mungkin akan dapat mengetahui tafsir Al-Qur’an tanpa mengetahui sejarahnya serta menjelaskan sebab turunnya.”
Jadi mempelajari tentang asbabun nuzul ayat-ayat Al-Qur’an itu amat diperlukan terutama ayat-ayat yang bersifat muhkamat sebab pada ayat-ayat semcam ini banyak mengandung masalah-masalah hukum, dan dengan mempelajari asbabun nuzul ayat yang muhkamat itu sendiri dapat menimbulkan kepastian hukum dan mengetahui pula akan kemu’jizatan Al-Qur’an.
Mengetahui asbabun nuzul ayat-ayat muhkamah dapat dilihat pada contoh berikut:
a) Artinya:
“Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentanh haidh, katakanlah; itu adalah suatu kotoran” (Al-Baqarah 222)
b) Contoh lain tentang sebab turunnya ayat:
Menurut Jabir:
Artinya:
“Orang yahudi berkata; barangsiapa yang menyetubuhkan wanita-wanita dari belakang maka akan lahir anaknya yang matanya juling” maka turunlah ayat “Wanita-wanita itu adalah merupakan tanama bagi kamu sekalian”.
Ayat tersebut termasuk kepada ayat muhkamat, sebab tidak perlu penafsiran lain kecuali apa yang disebutkan dalam kalimatnya sendiri.