Perkembangan Peta Daerah Islam dimasa kerajaan bani umayyah

Peta Daerah Islam dimasa kerajaan bani umayyah

Dengan meninggalnya Khalifah Ali, maka bentuk pemerintahan kekhalifahan telah berganti, dan dilanjutkan dengan bentuk pemerintahan kerajaan (dinasti), yakni kerajaan Bani Umayyah (Dinas Umayyah). Daulat Bani Umayyah didirikan oleh Muawiyah bin Abu Sofyan bin Harb bin Umayyah. Muawiyah dapat menduduki kursi kekuasaan dengan berbagai cara, siasat, politik dan tipu muslihat yang licik, tidak atas pilihan dari kaum muslimin sebagaimana yang dilakukak oleh Khalifah. Dengan demikian, berdirinya daulat Bani Umayyah bukan berdasarkan pada hukum musyawarah atau demokrasi.Jabatan raja menjadi pusaka yang turun temurun dan berdaulat Islam berubag sifatnya menjadi daulat yang bersifat kerjaan (monarchi).

Daulat Umayyah berdiri selama 90 tahun (40-132 H/660-750 M) dan beribukota di di Damskus. Banyak kemajuan, perkembangan dan perluasan daerah yang dicapai, lebih-lebih dalam masa pemerintahan Khalifah yang keenam, yakni Walid bin Abdul  Malik (86 -96 H/750-715 M). pada masa Muawiyah bin Abu Shofyan telah dicoba menguasai daerah-daerah sebelah timur sampai India dengan mengutus Mahlab bin Abu Sufrah. Gubernur di daerah perbatasan timur (Khurasan) adalah Sa’id bin Usman. Sedangkan  perluasan ke barat, diarahkan ke Byzantium yang beribu kota di Constatinopel, dengan Yazid bin Umayyah sebagai Panglima besarny dalamn usaha perluasan ini. Selain itu, juga diadakan perluasan ke Afrika Utara.

Setidak-tidaknya ada tiga pendorong bagi Muawiyah untuk menguasai Byzantium, yakni :

–          Byzantium merupakan basis agama Kristen Ortodok, yang mengatur pengaruhnya dapat membahayakan perkembangan Islam.

Baca selengkapnya

You cannot copy content of this page