Peradaban Bangsa Arab Sebelum lahirnya Peradaban Islam

Peradaban Bangsa Arab Sebelum lahirnya Peradaban Islam

Bangsa Arab, sebelum Islam, mempunyai peradaban Jahiliyah. Ini disebabkan negeri Arab rakyatnya mempunyai kepercayaan yang bermacam-macam, ada yang menyembah bintang, menyembah kayu, menyembah batu, ada pula yang menyembah jin, ruh, hantu dan sebabgainya. Seperti kabillah yang disebut kaum Ad, adalah penyembah kayu, batu, serta manusia yang dianggap sakti.Kaum Tsamud juga merupakan penyembah berhala. Ada pula yang masih menganut ajaran Nabi Ibrahim dan Ismail, yaitu menyembah Allah serta mengerjakan ibadah haji, tetapi jumlah mereka sedikit sekali, disbanding dengan orang-orang yang menyembah berhala.

Sebelum Islam, bangsa Arab ada juga yang memeluk agama Nasrani dan Yahudi, namun tidak mampu merubah kebiasaan bangsa Arab yang telah mendarah-daging dalam memuja dalam memuja berhala, karena agama tersebut telah bercampur-baur dengan bid’ah dan khurafat. Keadaan di tanah Arab tidak berbeda dengan keadaan dunia pada umumnya, baik keadaan di Romawi-Persia-Yunani-Arab, hamper sama dalam keadaan yang rusak, dendam-kesumat terjadi, pertumpahan darah tidak henti-hentinya. Di Arab, sukuisme merajalela, orang lebih membela kesukaan daripada kemanusiaan. Gara-gara sebiji kurma bisa mengakibatkan hilangnya nyawa manusia.Seorang kaya yang berkuasa bisa mempunyai gundik ratusan orang wanita kesenangannya.Nilai wanita bagaikan benda yang bisa diwariskan dan dipakai sebagai permainan.Seorang anak laki-laki tidak sedikit yang mengawini istri mendiang ayahnya.Bila wanita disukai, maka dicarinya, bila tidak disukai, maka setelah jemu dibuangnya.

Baca selengkapnya

Perkembangan dan Peradaban islam di masa Permulaan

PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PERADABAN ISLAM MASA PERMULAAN

PERADABAN DUNIA PADA MASA PERMULAAN TUMBUHNYA PERADABAN ISLAM

Peradaban Dunia sebelum pengaruh Islam.

Bangsa Barat sebelum mengenal Islam, mereka dipengaruhi oleh kebudayaan Yunani dan Romawi yang berasal dari Pulau Kreta (200 tahun SM). Agama Bangsa Yunani memuja Tuhan yang banyak (polytheisme) dengan dewa yang tertinggi adalah dewa Zeus, dewa lainya seperti Ares (dewa perang), Artemis (dewa pemburuhan), Hermes (dewa niaga), Peseidon (dewa laut), Apollo (dewa kesenian), Pallas Athena (dewa pengetahuan), Aphrodite (dewi kecantikan) dan sebagainya.

Pemujaan terhadap dewa-dewa itu membuat orang Yunani terdorong pada kemajuan ilmu pengetahuan, seperti seni pahat, seni patung, sastra dan olahraga.

Pada tahun 1500 SM, kekusaan Kerajaan Kreta berakhir, karena adanya sebuan bangsa Indo German dari asia ke semenanjung Yunani, tetapi kemudian bangsa Yunani ini menyebar dan kebudayaan Yunani ke daerah-daerah perantauannya.

Baca selengkapnya

Cara Penyebaran Islam di masa kerajaan Bani Umayyah

Permintaan Bantuan kepada Kerajaan Islam dan Cara Penyebaran Islam.

Musa bin Nushair, Gubernur Jenderal Afrika Utara di jaman Khalifah Walid bin Abdil Malik, telah dapat menaklukkan seluruh Afrika Utara bagian barat, kecuali kota Cueta yang berbentang kuat dan dipetintah oleh seorang bangsawan bernama Graf Yulian.

Permusuhan Roderik dan Yulian

Bangsa Arab ketika itu mengintai peluang yang baik untuk menaklukkan tanah Spanyol. Pada tahun 710 M, mangkatlah Witiza, raja Gothia Baat di Anadalus dan singgasananya diduduki secara paksa oleh panglimanya, Roderik, maka semua putra Witiza dendam pada Roderik untuk merebut kembali kedudukan mendiang ayahnya. Untuk usaha ini mereka bersekutu dengan Graf Yulian yang juga musuh Roderik. Maka, karena Graf Yulian sepakat, lalu ia meminta bantuan untuk maksud tersebut kepada Musa bin Nusair.

Tentu permintaan ini diterima Musa dan segeralah meminta kepada Khalifah Walid agar mengijinkan penyerangan Spanyol ini.Permohonan Musa dikabulkan dengan pesan agar berhati-hati terhadap Graf, sebab mungkin itu tipuan untuk membinasakan tentara Islam.

Baca selengkapnya

Keadaan di sekitar Wilayah Islam pada masa Zaman Bani Umayyah

Keadaan Daerah/Masyarakat Di Sekitar Wilayah Islam.

Di periode khulafa’urrasyidin, wilayah Islam sudah meluas.Tetapi perluasan tersebut belumlah sampai kepada tapal batas yang tetap, sebab puran di daerah perbatasan itu. Wilayah-wilayah yang telah berada dalam kekuasaan Islam itu masih tetap menjadi sasaran penyerbuan pihak-pihak di luar Islam dari belakang garis-garis perebutan itu, bahkan musuh diluar wilayah Islam telah berhasil merampas beberapa wilayah kekuasaan Islam ketika terjadi perpecahan-perpecahan dan pemberontakan-pemberontakan dalam negeri kaum muslimin.

Berdasarkan keadaan semacam ini, tidak dapat tidak, terjadilah pertempuran-pertempuran antara Bani Umayyah dan Negara-negara tetangga mereka pada kebanyakan wilayah-wilayah pertempuran yang telah dicapai oleh perluasan Islam pada masa khulafa’urrasyidin. Maka, terjadilah rentetan pertempuran dan kaum muslimin maju selangkah demi selangkah.Boleh jadi tujuan pertama dari kaum muslimin adalah menaklukkan daerah Syam dan Palestina.Setelah penaklukan daerah-daerah itu selesai, mereka berpendapat bahwa mereka harus memasuki daerah Mesir untuk mengamankan pasukan-pasukan mereka yang berada di Palestina terhadap serbuan yang mungkin dilakukan oleh tentara Romawi yang berada di Mesir. Dan setelah penaklukan Mesir itu selesai, mereka pun khawatir akan keselamatan pasukan mereka yang berada di sana terhadap serbuan tentara Romawi yang di Libia, atau penyerbuan-penyerbuan itu memang telah terjadi. Demikianlah seterusnya. Dan suatu sifat dari peperangan ialah bahwa ia akan berlangsung terus sampai tercapai tapal batas alami, yang memisahkan antara kedua pasukan yang bermusuhan itu.

Baca selengkapnya

Perkembangan Peta Daerah Islam dimasa kerajaan bani umayyah

Peta Daerah Islam dimasa kerajaan bani umayyah

Dengan meninggalnya Khalifah Ali, maka bentuk pemerintahan kekhalifahan telah berganti, dan dilanjutkan dengan bentuk pemerintahan kerajaan (dinasti), yakni kerajaan Bani Umayyah (Dinas Umayyah). Daulat Bani Umayyah didirikan oleh Muawiyah bin Abu Sofyan bin Harb bin Umayyah. Muawiyah dapat menduduki kursi kekuasaan dengan berbagai cara, siasat, politik dan tipu muslihat yang licik, tidak atas pilihan dari kaum muslimin sebagaimana yang dilakukak oleh Khalifah. Dengan demikian, berdirinya daulat Bani Umayyah bukan berdasarkan pada hukum musyawarah atau demokrasi.Jabatan raja menjadi pusaka yang turun temurun dan berdaulat Islam berubag sifatnya menjadi daulat yang bersifat kerjaan (monarchi).

Daulat Umayyah berdiri selama 90 tahun (40-132 H/660-750 M) dan beribukota di di Damskus. Banyak kemajuan, perkembangan dan perluasan daerah yang dicapai, lebih-lebih dalam masa pemerintahan Khalifah yang keenam, yakni Walid bin Abdul  Malik (86 -96 H/750-715 M). pada masa Muawiyah bin Abu Shofyan telah dicoba menguasai daerah-daerah sebelah timur sampai India dengan mengutus Mahlab bin Abu Sufrah. Gubernur di daerah perbatasan timur (Khurasan) adalah Sa’id bin Usman. Sedangkan  perluasan ke barat, diarahkan ke Byzantium yang beribu kota di Constatinopel, dengan Yazid bin Umayyah sebagai Panglima besarny dalamn usaha perluasan ini. Selain itu, juga diadakan perluasan ke Afrika Utara.

Setidak-tidaknya ada tiga pendorong bagi Muawiyah untuk menguasai Byzantium, yakni :

–          Byzantium merupakan basis agama Kristen Ortodok, yang mengatur pengaruhnya dapat membahayakan perkembangan Islam.

Baca selengkapnya

You cannot copy content of this page