Go to ...

DAI KEMBAR

Dunia Ilmu Pengetahuan Islam dan Umum

RSS Feed

Zakat dalam islam


Tentang pembahasan zakat dalam Islam

DAI KEMBAR zakat-bayar Zakat dalam islam Fiqih Islam  zakat harta zakat dalam Islam Tentang zakat hukum zakat hikmah zakat dalil zakat ancaman yang tidak zakat

zakat

Pengertian zakat menurut hukum Syara’

Zakat adalah salah satu rukun islam yang ke lima. Demikian pentingnya ibadah ini, ia menempati posisi ke tiga setelah sembahyang atau sholat.

Zakat menurut bahasa artinya membersihkan, tumbuh, bertambah. Dalam agama berarti zakat bisa membersihkan jiwa, mensucikan  harta dan menambah suburkan harta.

Sedangkan pengertian zakat menurut hukum syara’ atau syariat Islam ialah memberikan sebagian rezeqi kepada yang berhak menerimanya dengan cara-cara yang telah ditentukan dalam al-quran dan hadits.

Dalil tentang zakat

Perintah wajib mengeluarkan zakat banyak diterangkan dalam al-qur’an dan al-Hadits, diantaranya:

“Dan dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat dan rukulah beserta orang-orang yang ruku” (Q-S, al-Baqoroh, 2 : 43)

Hukum zakat

Hukum mengeluarkan zakat termasuk fardlu ‘ain bagi yang mempunyai harta kekayaan jika telah mencapai nisab atau haul. Nisab adalah batas hitungan terendah nilai harta yang wajib dizakati

Haul menurut bahasa artinnya tahun, maksudnya batas perhitungan harta yang hendak di zakati sudah mencapai satu tahun.

Menunaikan zakat adalah wajib atas umat islam yang mampu. Zakat itu sendiri ialah pengambilan sebagaian dari harta kepunyaan orang-orang yang mampu untuk menjadi miliknya orang-orang yang tidak berpunya. Penunaian kewajiban itu dilakukan pada tiap-tiap tahun sebagai iuran kemanusiaan secara agama, dari orang-orang yang berada untuk menanggulangi kesulitan hidup serta mencukupkan hidupnya orang-orang yang tak berpunya. Bahkan negara dapat memaksa dengan hukum kekerasan supaya masing-masing orang yang mampu menurut suatu nisab (ukuran minimal) yang sudah ditetapkan  supaya membayar kewajiban zakatnya. Bahkan mereka yang tidak mau mengeluarkan zakat dihukumi elah memberontak terhadap hukum agama atau perintah allah.

Itu adalah salah satu dasar yang tegas dari kewajiban negara dalam Islam supaya turun tangan dan mencampuri urusan pembagian harta di antara manusia. Negara dapat menggunakan kekuasaannya untuk melaksanakan orang yang mampu agar  menunaikan zakatnya, untuk menghilangkan penderotaan masyarakat, golongan orang yang tidak punya.

Namun zakat dikeluarkan kalau jumlah harta kekayaan sampai pada nilai tertentu, batas minimal atau yang disebut Nisab.

Ancaman orang yang tidak mengeluarkan zakat

Dalam al-quran surat hamim fushilat ayat 7: “dan ancaman allah neraka wail bagi orang musyrik , yaitu mereka tidak mengeluarkan zakat.”

Sedangkan dalam hadits nabi muhammad saw : “orang yang tidak mengeluarkan zakat itu pada hari kiamat di dalam neraka”. (H.R. Ath thabrani)

 

Lima jenis harta yang harus dikeluarkan zakatnya:

  1. Zakatun nuqud (harta kekayaan) berupa, emas, perak, uang
  2. Zakatut tijaroh (barang-barang dagangan) ialah mengenai segala macam barang-barang dagangan.
  3. Zakatul an’am (binatang ternak) ialah unta, sapi, kerbau, domba dan kambing.
  4. Zakatuz ziro’ah (hasil pertanian) ialah gandum, beras, jagung dan lainnya.
  5. Hasil perkebunan atau buah-buahan, ialah anggur dan kurma.

Sedangkan hasil perkebunan yang lain dan binatang ternak lain selain yang disebutkan diatas ditempatkan kedalam masalah ijtihad baru yang akan mempunyai pembahasan tersendiri.

Syarat wajib zakat

Syarat wajib untuk mengeluarkan zakat harta tersebut haruslah hartanya adalah milik sendiri secara penuh dan harta itu harus memenuhi jumlah yang telah ditetapkan oleh syara’ sebagai ukuran kemampuan orang tersebut adalah sudah dikelompokan kaya dan dikenai wajib untuk zakat. Jika harta tersebut belum mencapai nisabnya atau batas minimalnya maka orang tersebut tidak wajib mengeluarkan zakatnya.

Mengeluarkan zakat jenis harta

Disyaratkan pada harta kekayaan, barang dagangan dan binatang ternak itu jika sudah mencapai satu tahun sedangkan untuk pertanian danperkebunan dibayarkan zakatnya di waktu memetik hasil atau mengetam.

Hikmah zakat

  1. Zakat mendidik manusia membersihkan rohani dan jiwanya dari sifat bakhil, kikir dan rakus, bahkan mendidik manusia menjadi dermawan , pemurah.
  2. Zakat adalah sebagai manifestasi rasa syukur kepada alloh yang telah menganugrahkan kekayaan.
  3. Zakat menunjukan  sifat perjuangan Islam selalu berorientasi kepada kepentingan kaum dlu’afa (kaum lemah)
  4. Ajaran zakat menunjukan bahwa kemiskinan adalah musuh yang harus dilenyapkan. Islam memandang bahwa kemiskinan sebagai sumber kejahatan dan kekufuran.

Untuk pembahasan zakat fitrah silahkan kunjungi disini tentang zakat fitrah

Baca tulisan yang terkait:

Tags: , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More Stories From Fiqih Islam

About susi juliani

Content Protected Using Blog Protector By: PcDrome.