TAFSIR MIMPI DALAM PANDANGAN  QUR’AN DAN HADITS

Rosulullah saw bersabda: “Mimpi baik itu dari Allah adapun mimpi buruk itu dari syaitan, maka ketika salah seorang dari kamu mimpi buruk meludahlah kearah kiri tiga kali, kemudian minta perlindungan kepada Allah, maka mimpinya tidak akan mengkhawtirkan,” (HR.Muslim)

Wawasan pengetahuan tentang tafsir mimpi karya Ibnu Sirin dari kitab Ta’bir Ar-Ruya Ash-shoghir memang sangat luar biasa, disini tim tidak akan mengajak anda untuk menafsirkan mimpi-mimpi anda tetapi hanya sebagai tambahan wawasan pengetahuan tentang tafsir mimpi menurut quran dan hadits yang diambil sebagian dari kitab Ta’bir Ar-Ruya Ash-shoghir karya ualama besar Imam Muhammad bin Sirin (Ibnu sirin) r.a.
Rosululloh pernah bersabda: “Arru-yash shoolihatu juz-un min sittatin wa arba’iina juz-an min nubuwwati “, Artinya : “Mimpi yang benar merupakan bagian dari empat puluh enam tanda-tanda kenabian.” Dan Ulama besar Imam Ghazali pun mengatakan dalam kitabnya ihya al-ulumuddin : “Dan apabila manusia mendapati petunjuk mimpinya itu suatu kenyataan yang benar-benar terjadi, maka pengetahuan ghaib di dalam mimpinya itu adalah keajaiban perbuatan Alloh dan keindahan tanda Bani Adam. Dan itu pula merupakan bukti adanya alam malakut”.

Bahkan di www.ilmuhikmah.info yang ada di member area download website tersebut sudah dijelaskan secara gamblang pemahaman tentang mimpi bertemu Rosulullah saw dan mengungkap pemahaman mimpi tersebut, yang mudah-mudah menambah wawasan.

Contoh-contoh Kisah ajaib tentang mimpi dan tafsir mimpinya silahkan kilk disini

Cara agar bisa menafsirkan mimpi dengan benar sesuai dengan qur’an dan hadits

.Yang akan di bahas disini yaitu:

1. Kriteria atau syarat-syarat penafsir

2. Cara menafsirkan mimpi

Syeikh Ibnu Sirin ra mengatakan dalam kitabnya Ta’bir Ar-Ruya Ash-shoghir bahwa jika ingin menafsirkan mimpi harus memiliki kriteria atau syarat-syarat tertentu, yaitu

1. Mengerti terhadap ayat-ayat al-qur’an
2. Menjaga atau selalu memperhatikan) keberadaan Hadits-hadits Naabi Muhammad saw. Keluarga dan sahabatnya.
3. Waspada terhadap bentuk dialek bahasa arab dan asal terucapnya lafadz (dari ro’i).
4. Mengerti atau telah pengalaman akan sikap dan perbuatan manusia pada umumnya.
5. Cermat, cerdas (dobith) terhadap penafsiran yang dilontarkan.
6. Selalu menjaga diri dari maksiat.
7. Berakhlak yang baik kepada siapapun.
8. Selalu berbuat jujur dalam ucapannya.
Criteria diatas tersebut dengan maksud agar ia (sipenafsir) mendapat pertolongan dari allah terhadap kebenaran yang semestinya. Dan diberi petunjuk kema’rifatan orang-orang yang maha pandai.
Dan kriteria tersebut adalah suatu keharusan yang yang harus dimiliki, karena:
1. Penafsiran kadang diberi gambaran berdasarkan kepada perbedaan masa dan waktu.
2. Penafsiran mimpi kadang disandarkan kepada:
Aya-ayat Al-Qur’an, hadits-hadits Nabi Muhammad saw, peristiwa yang biasa terjadi berlaku sehari-hari, kepada orang yang bermimpi, istilah makna atau arti mimpi dan lain-lain.

CARA MENAFSIRKAN MIMPI

1. MENGGUNAKAN AL-QUR’AN
1. Mimpi melihat telur putih, diartikan dengan: perempuan.
Berdasarkan ayat Surat Asshoffat ayat 49: “kaannahunna biydlun maknuun” artinya:”seolah-olah (perempuan-perempuan) itu warnanya seperti telur yang terpelihara
2. Mimpi melihat batu, diartikan dengan : keras hati
Berdasarkan ayat Q.S.Al-Baqoroh: 74 yang artinya:”kemudian hatimu menjadi keras sesudah itu, lalu ia seperti batu, atau lebih keras lagi”.
3. Mimpi melihat perahu, diartikan dengan: keselamaatan
Hal ini didasarkan Q.S. Asy-Syu’aro’: 119 yang artinya: “lalu kami lepaskan atau selamatkan dia (Nabi Nuh) dan orang-orang yang bersamanya dalam perahu”.
4. Mimpi melihat anak-anak kunci, yang diartikan dengan : harta kekayaan
Berdasarkan Q.S. Al-Qoshosh:76 yang artinya: “telah kami berikan harta yang banyak, sehingga anak-anak kuncinya gudangnya amat berat dipikul oleh orang banyak yang kuat-kuat”.
5. Dan lain-lain

2. MENGGUNAKAN HADITS-HADITS NABI MUHAMMDA SAW.
1. Mimpi melihat burung gagak, yang di artikan dengan : lelaki yang fasik
Berdasarkan kepada hadits Nabi saw. Artinya: “Nabi Muhammad menamakan burung gagak sebagai burung yang fasik”.
2. Mimpi melihat tikus, diartikan dengan : perempuan yang fasik.
Berdasarkan hadits yang artinya: “Nabi Muhammad bersabda: “tikus itu adalah binatang yang fasik”.
3. Mimpi melihat tulang rusuk, yang diartikan dengan : seorang perempuan.Arti tersebut Berdasarkan hadist yang artinya: “nabi Muhammad bersabda: “peremuan itu dijadikan dari tulang rusuk yang bengkok (tulang rusuk laki-laki)
4. Dan lain-lain

3. MENGGUNAKAN PERSAMAAN PERISTIWA YANG BERLAKU SEHARI-HARI.
1. Mimpi melihat tanggannya panjang, diartikan dengan : suka melakukan kebaikan atau dermawan
2. Dan lain-lain

4. MENGGUNAKAN DHOHIR NAMA.
1. Seorang lelaki bernama fadlol disebut dalam mimpi di artikan fadlol dengan: keutamaan
2. Seorang lelaki bernama rosyid disebut dalam mimpi, rosyid diartlikan dengan: sebuah petunjuk
3. Dan lain-lain

5. MENGGUNAKAN MAKNA.
Maksudnya penafsiran mimpi menggunakan makna atau arti atau wujud gambaran mimpi yang ada. Misalnya melihat bunga berduri maka bila ditafsirkan biasanya diartikan ketetapan karena bunga berduri, dalam kenyataannya adalah bunga yang kuat tahan lama dengan segala cuaca. Dan masih banyak contoh lainnya.

6. MENGGUNAKAN PERLAWANAN.
1. Mimpi menangis. Bila dilihat dari balikannya atau perlawanannya, berarti gembira. Maka diartikan, orang yang bermimpi menangis akan mnemukan ke bahagiaan. Dengan catatan menangis dalam mimpi tersebut tidak merintih-rintih atau mengeluarkan suara
2. Mimpi bergembira ria, tertawa-tawa dan berdansa-dansa, diartikan dengan : kesusasahan, duka cita dan kesedihan hati
3. Dan lain-lain

7. MENGGUNAKAN PEMAHAMAN DAN PENGALAMAN MANUSIA DAN SIKAPNYA.
Bagian ini, perbedaan peradaban tingkah laku manusia sehari-hari, hal ini menyebabkan adanya perbedaan dalam member tafsiran terhadap mimpi yang ada. Misalnya mimpi tangan ataau leher diikat. Maka bila mimpi itu ia ro’i sebagai pemimpi melihat tanda-tanda kebaikan, diartikan ro’I berada dalam pihak yang benar. Namun bila dalam mimpi itu ada tanda-tanda kurang baik, diartikan dengan: banyak melakukan maksiat.

8. MENGGUNAKAN WAKTU.
Penafsiran mimpi dengan menggunakan waktu juga menyebabkan adanyaperbedaan dalam menafsirkan mimpi. Misalnya seorang lelaki mimpi naik gajah , maka dalam hal ini ada 2 kemungkinan.
a. Kalau mimpi itu terjadi di malam hari, diartikan mndapat urusan besar
b. Kalau mimpi itu terjadi di siang hari, diartikan dengan: menceraikan istri

MENGETAHUI MIMPI YANG PALING BENAR DAPAT DILIHAT DARI:
1. WAKTU
Mimpi yang paling benar itu berada pada waktu malam-malam yang terakhir 9 antara jam 1 sampai dengan jam 3.30 malam dan kalau siang antara jam 11 sampai dengan13.30 siang.
2. PEMAHAMAN
a. Jika pengakuan ro’i atau pembawa mimpi itu serasi antara peristiwa yang satu dengan peristiwa yang lain, sekaligus menunjukan beberapa arti yang kongkrit, maka itulah mimpi yang benar.
b. Jika pengakuan itu menunjukan arti yang berlawanan maka hendaklah diberi arti sesuai dengan apa yang ada pada pengakuan tersebut.
c. Jika mimpian itu menunjukan arti yang berbeda-beda atau tidak ada keserasian dengan aslnya, maka itu adalah impian yang kacau balau.
d. Jika keberadaan mimpi itu terlalu banyak yang menyerupai dalam beberapa peristiwa, maka hendaklah pemimpi ditanya tentang sholat, ditanya tentang cara kawinnya jika memang mimpi kawin. Kemudian dilanjutkan, mana kira-kira yang sesuai dengan hati?. Jika mimpi itu menunjukan amal kejelekan, maka hendaklah penafsir mimpi menyuruh agar mimpi itu dirahasiakan saja. Kemudian member penafsiran secara baik 9untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaannya, dan merahasiakan apa sebenarnya makna mimpi itu.
3. ASAL-USUL MIMPI
Bila penafsir mimpi telah mngetahui keberadaan mimpi yang sebenarnya yakni mulai dari jenis, sifat dan wataknya impian maka hendaklah dalam ia memberi penafsiran mimpi selalu berpegang teguh pada tiga pokok asal.
a. JENIS
Mimpi melihat: kayu, binatang liar, burung (gambaran dalam mimpi adalah jenis lelaki)
b. SIFAT
Kayu apa?, golongan binatang liar apa?, habitat burung apa?. Kalau mimpi melihat kayu korma, itu artinya: orang mulya dari negeri arab. Apabila kayu buah pala (jauz0, itu artinya lelaki dari non arab
c. WATAK
Kalau misalnya melihat kayu kurma, berarti watak lelaki tersebut lelaki yang baik dan dari kturunan yang baik-baik pula. Dan kalau misalnya kayu palau, maka diartikan lelaki penipu da;am bekerja dan termasuk orang yang suka bermusuhan, dengan alas an bahwa buah pala itu bergerigi dan tidak bisa mengambil isinya kecuali terlebih dahulu memecahkannya.
Kalu misalnya melihat burung terbang, bisa diartikan orang yang suka berpergian, mengingat burung itu terlihat dalam keadaan terbang.

Itulah pengetahuan tentang Tafsir Mimpi

Pasang Iklan Premium:
Langganan artikel terbaru:

Gratis!Masukan email anda untuk langganan artikel:

Delivered by FeedBurner

Baca tulisan yang terkait:

kata kunci:

    mimpi umrohArti mimpi umrohcara menafsirkan mimpimenafsirkan mimpiArti mimpi naik tanggakitab ibnu sirintafsir mimpi ibnu sirinmimpi naik tanggaarti mimpi naik hajitakwil mimpi islamtakwil mimpitabir mimpi islamArti mimpi puasatafsir mimpi islamtafsir mimpi umrohibnu sirindownload tafsir mimpi ibnu sirintakwil mimpi islamiarti mimpi menurut agama islamtaqwil mimpi