Perbedaan pendapat para ahli kalam tentang batasan antara Mukmin dan Kafir

MU’TAZILAH

Menurut golongan ini  bahwa orang yang beriman atau mikmin telah melakukan dosa besar dan mati sebelum taubat, maka orang tersebut sudah tidak lagi mukmin dan juga tidak lagi kafir, tetapi dihukumi sebagai orang fasi saja.

Dan nanti di akhirat ia akan dimasukan dengan kekal ke neraka, namun orang tersebut keneraka apinya tidak terrlalu panas tetapi agak dingin berbeda dengan nerakanya orang kafir. Dan orang tersebut tidak berhak masuk surga selamanya.

Pemahaman golongan ini menyebut faham  manzilatan baina manzilatain yaitu orang yang beriman berbuat dosa dan mati sebelum taubat maka akan ditempatkan di akherat antara surga dan neraka.

KHAWARIJ

Golongan khawarij berpendapat bahwa orang yang beriman atau orang mukmin berbuat dosa baik kecil maupun besar, maka orang tersebut dihukumi kafir, wajib diperangi dan wajib dibunuh dan boleh dirampas hartanya..

Golongan ini berpendapat bahwa iman itu bukan pengakuan dalam hati dan ucapan dengan lisan saja, tetapi juga amal ibadat itu rukun iman juga.

AHLU SUNNAH WAL JAMA’AH

Menurut ahlus sunnah bahwa iman itu mengikrarkan dengan lisan dan dibenarkan dengan hati. Sedangkan iman yang sempurna yaitu mengikrarkan dengan ucapan, dibenarkan dengan hati dan di amalkan atau dikerjakan dengan anggota badan.

Orang mukmin yang berbuat dosa dan mati sebelum taubat, maka orang itu tetap mukmin. Dan apabila orang tersebut tidak mendapat ampunan Allah dan Syafa’at Nabi Muhammad saw. maka orang tersebut akan dimasukan keneraka buat sementara, kemudian akan dikeluarkan dari neraka untuk dimasukan ke surga.

Orang mukmin bisa disebut kafir kalau murtad (keluar aqidah), karena mengingkari rukun iman yang enam, seperti: ragu-ragu atas adanya Tuhan yang Esa, menyembah kepada makhluk, menuduh kafir kepada orang Islam.

Baca tulisan yang terkait:

kata kunci:

    mutazilah pdfmu\tazilah pdfmakalah surga dan nerakapendapat para ahli tentang ilmu kalammakalah ilmu kalam blogBATASAN ANTARA MUKMIN DAN KAFIRpendapat aliran khawarijkonsep surga menurut mutazilahdosa besar menurut mutazilahmakalah ahli sunnah wal jamaah

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *