Pengertian Ijma’

Pengertian Ijma’

Arti Ijma’ menurut bahasa berarti “sepakat atas sesuatu” sedang menurut istilah, yaitu:

“Persepakatan semua ahli ijtihad ummat Muhammad dari masa ke masa sesudah wafatnya Nabi tentang sesuatu perkara dari hukum syara”.

Kalau kita mengambil contoh untuk pengertian di atas seperti pusaka datuk 1/6 dan batalnya perkawinan Muslimat dengan laki-laki kafir, di sini tidak ada jalan untuk ijtihad tetapi wajib mengakui dan menjalankan yang telah disepakati oleh mujtahidin.(Ijma’).

Rukun Ijma’

Kalau diuraikan menurut definisi di atas terdapat beberapa rukun Ijma’, yaitu:

  1. Adanya beberapa pendapat yang menjadi satu pada satu masa, maka tidak bernama ijma’ kalau tidak terbilang jumlahnya orang yang berpendapat itu.
  2. Kebulatan pendapat pada hukum syara’ dalam satu kejadian itu, oleh seluruh ahli ijtihad dari kaum muslimin tanpa memandang tempat atau golongan, maka ijtihad itmadalah kebulatan pendapat mujtahidin-mujtahidin alam Islami.
  3. Kebulatan pendapat itu nampak nyata baik dengan perkataan seperti fatwa, maupun perbuatan seperti memberi keputusan dalam bidang pengadilan, atau persepakatan itu satu persatu di luar majlis ataupun terjadi pada satu sidang.
  4. Terbuktinya adanya kebulatan itu oleh seluruh mujtahidin, kalau hanya sebagian besar saja atau seorang saja tidak terjadi ijma’, karena kalau hanya sebagian atau sebagian besar yang setuju, masih ada yang menyetujuinya, boleh jadi benar atau boleh jadi terdapat kesalahan.

Sandaran Ijma’

Karena ijma ini bukan merupakan dalil yang berdiri sendiri, maka yang menjadi sandaran Ijma’ itu ada dua macam, yaitu:

  1. Al-Qur’an yang merupakan dalil Qath’i, seluruh ahli ijtihad dalam memutuskan sesuatu perkara untuk memperoleh persepakatan selalu disandarkan kepada dalil qath’i yaitu Qur’an.
  2. Al-Hadist. Karena hadist ini bertingkat-tingkat keadaannya maka ijma biasanya terjadi dalam hadist ahad, dan sandaran hadis ahad ini bersipat dhany.
  3. Qiyas. Kalau yang menjadi sandaran itu bukan Al-Qur’an atau Al-Hadist maka ijma disandarkan kepada qiyas, yaitu menetapkan sesuatu perbuatan berdasarkan sesuatu yang sudah ada ketentuan hukumnya dengan jalan mempersamakan.

Baca tulisan yang terkait:

kata kunci:

    pengertian ijmapengertian qiyas ijma\ maniyhs-fh_lsonswyhs-004sandaran ijma\sandaran ijmacontoh kebulatan seluruh hukumpengertian qiyas ijmapengertian ijma\pengertian besar ijma

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *