Go to ...

DAI KEMBAR

Dunia Ilmu Pengetahuan Islam dan Umum

RSS Feed

Ijma Pada Masa Lalu


Ijma Pada Masa Lalu

Ketika Islam telah meluas dan para fuqaha shahabat banyak yang pindah ke negeri Islam yang baru maka timbulah usaha-usaha untuk mengatasi kejadian-kejadian baru yang dihadapi manusia dengan silih berganti sesuai dengan kemajuan yang terus berkembang.

Sekiranya ijtihad Jama’i atau ijtihad Fardy dalam mentahkikan hukum tidak boleh, sedang nash-nash terbatas pada yang telah ada, maka akan dialami kesempitan hidup, dalam hal ini tentu harus ada jalan keluar yaitu melalui musyawarah untuk mencapai ijma.

Jadi Ijma pada masa lalu bukanlah hanya kemungkinan tetapi memang sudah jelas adanya sebagaimana contoh ulama mujtahidin telah lama, seperti:

  1. Sepeninggal Nabi Kaum Muslimin telah ijma membai’at Khalifah Abu Bakar untuk menjadi Khalifah.
  2. Para Ulama telah sepakat haramnya lemak babi, nenek mendapat 1/6, cucu terhijab oleh anak laki-laki, dan banyak lagi.

Tetapi sebagian diri ulama Syi’ah dan Khawarij tidak mengakui adanya ijma di masa lalu sehingga tidak mengakui atas kehujjahan ijma dan tidak mengakui pula atas keabsyahan khalifah Abu Bakar.

Baca tulisan yang terkait:

kata kunci:

    contoh ijma masa fuqohaIjma ulama tentang cucu terhijab oleh anak laki laki

Tags:

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More Stories From Ushul Fiqih

admin

About admin

Content Protected Using Blog Protector By: PcDrome.