Go to ...

DAI KEMBAR

Dunia Ilmu Pengetahuan Islam dan Umum

RSS Feed

Hati-hati Dibalik Ibadah Anda Ada Nafsu


HATI-HATI DIBALIK IBADAH ADA NAFSU

(KAJIAN TASAWUF)

        Tidak sedikit orang yang mencurahkan perhatian kepada Allah dengan meninggalkan anak, keluarga pekerjaan, dengan sengaja memakai pakaian compang camping padahal itu nafsu belaka. Sebagaimana Ibnu Athoilah mengatakan:

Iroodatikat tajriida ma’a iqoomatillahi iyyaka fil asbaabi minal syahwati khofiyyah

artinya: “Keinginan anda untuk tajrid (mengkhususkan diri untuk beribadah semata-mata), Padahal Allah menempatkan anda pada asbab (usaha lain) hal itu termasuk syahwat yang tersembunyi.”

Penjelasannya:

Bila diantara kita menapakkan kakinya dijalan Allah, selanjutnya terbesit dalam hati kecintaan untuk meninggalkan usaha dan menanggalkan pekerjaan duniawi kecenderungan itu kadang lahir dari pengaruh hawa nafsu, dan bukan pengaruh dari kecintaan atau perkara ukhrowi yang tulus dan ikhlash.  Misalnya kita ingin istirahat dari urusan duniawi dengan alasan untuk berdzikir kepada Allah , berpuasa, dan sholat terus menerus di hutan dengan menjauh dari keramaian dengan dalih beribadah padahal motivasi sesungguhnya untuk mencurahkan diri sepenuhnya itu adalah hawa nafsu.

Yang dimaksud dengan tajrid adalah meninggalkan duniawi. Syeikh Ibnu Athoillah berpendapat bahwa jika anda ditempatkan oleh Allah pada kedudukan asbab (usaha yang lain) lalu anda berfikir untuk tajrid maka itu adalah pengaruh syahwatmu yang tersembunyi, karena itu seyogyanya anda tetap berada di asbab, hingga Allah sendiri yang mengeluarkanmu, yaitu anda berusaha mencari pekerjaan duniawi kian kemari, namun tidak mendapatkannya atau tidak menemukan asbabnya, atau mungkin orang-orang  yang memiliki hal itu mengeluarkan anda, atau bisa juga terjadi  dengan tiba-tiba, maka kala itu anda temukan diri anda harus mencurahkan diri untuk beribadah dan ini adalah salah satu macam tajrid yang murni karena itu tengok dan amati diri anda, sebab Allah meletakan anda disana.

Untuk itu kita harus memperhatikan adab dalam beramal, yaitu jika Allah meletakan anda pada asbab maka tetaplah berpijak pada asbab, tunaikan apa yang anda mampu dalam menuntun ilmu, berdakwah, atau berdzikir yang harus dibimbing oleh Guru Mursyid Kammil Mukammil, dan jangan berusaha meninggalkan asbab atau pekerjaan duniawi, jika demikian halnya, maka luputlah darimu dunia dan akhirat. Dunia terlepas darimu lantaran engkau tidak bekerja dan akherat tidak terjangkau olehmu lantaran ada nafsu yang tersembunyi.

Sesungguhnya syetan akan mengoda perihal kedudukan (maqom) yang diberikan Allah kepada kita. Ia membuat bisikan kepada kita menganggap rendahnya sebagai tukang dagang, rendahnya sebagai petani, rendahnya kedudukan dikantor dan begitu mulianya orang yang mengkhususkan diri beribadah dihutan menyendiri dengan meninggalkan seluruh pekerjaan duniawinya. Sehingga kita menjadi bingung. Bahkan, mungkin Ia (syetan) akan membujuk  kita  yang berada pada maqom asbab dan membisikan  kepada kita, “andai engkau meninggalkan asbab ini dan ber-tajarrud (meninggalkan dunia) maka akan memancarkan cahaya untukmu, hati dan batinnmu juga akan jernih. Mereka fulan bin fulan telah menjadi kekasih Allah dikarenakan berbuat demikian, akhirnya kita diarahkan untuk jadi peminta-minta rizqi kepada makhluk untuk membiayai hidupnya sendiri dan kitapun dicampakkan dalam lautan keterasingan. Itulah tujuan syetan yang akan datang kepada kita dalam sosok penasehat sebagaimana telah mendatangi bapak dan ibu kita (adam dan hawa), dengan menipu, menakut-nakuti untuk makan buah khuldi demi kebaikan dan kemulyaannya. Sebagaimana Allah telah berfirman dalam surat Al-A’raf ; 20-21: “Dan syetan berkata: ”Tuhanmu tidak melarang kamu berdua dari mendekati pohon ini melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat dan tidak termasuk orang-orang yang kekal (ahli surga). Dan ia (syetan) bersumpah kepada keduanya :”Sesungguhnya aku bagi kamu berdua termasuk orang-orang yang memberikan nasehat.” Ayat ini menjelaskan bagaimana syetan membujuk adam hawa agar makan buah khuldi demi keselamatan diri, agar seperti malaikat yang penuh dengan pengabdian kepada Allah, padahal itu adalah tipuan syetan. Tidak jauh beda dengan orang yang memaksakan dirinya untuk meninggalkan dunia demi kepentingan Tuhannya, padahal itu adalah nafsu syetan juga.

Tidak sedikit para guru-guru ruhani yang mengaku dirinya mursyid dan menganjurkan kepada murid-muridnya untuk meninggalkan asbab (pekerjaan) demi ibadahnya untuk mencapai ma’rifat. Padahal Nabi saw. Juga bekerja, Nabi zakaria pun bekerja.

Dari hadits Abu Hurairoh r.a. Rosulullah saw bersabda :

“Kaana zakaariya ‘alaihis salaam najaaron”

“sesungguhnya Rosulullah telah bersabda:”adalah nabi Zakariya dahulu sebagai tukang kayu”. (H.R.Muslim)

Sesungguhnya kalau direnungkan, bahwa semua pekerjaan itu bisa jadi alat untuk beribadah. Syeikh Abdul Qodir Jaelani berkata: “harta adalah pelayanmu sedangkan anda adalah pelayan Allah”.

Didalam kitab minhus saniyah Syeikh Ibrohim Al-Mabtuli q.s. beliau berkata: “Guru yang sempurna adalah guru yang menuntun orang dimana mereka tetap dalam pekerjaanya (yang dapat menyebakan wusul) sampai kepada Allah. Jadi bukan guru yang memerintahkan kepada manusia untuk meninggalkan pekerjaanya, sehingga baru kemudian dituntun beribadat yang dapat menyampaikan mereka kepada Allah. Karena sesungguhnya tidak ada satu pekerjaan pun yang disyariatkan agama melainkan orang yang telah ma’rifat kepada Allah pasti bisa menyampaikan orang yang mempunyai pekerjaan itu ke haribaan Allah ta’ala. Berbeda kalau perkara (pekerjaan itu) tidak disyariatkan oleh agama”.

Guru yang Mursyid Kammil Mukammil  seperti  Assayyid Al-Alamah Al- Arif Billah Syekh Ahmad Shohibul Wafa Tajul ‘Arifin q.s. mengajarkan manusia untuk menempuh kepada Allah dengan tetap berpijak kepada maqomnya masing-masing dengan tidak meninggalkan pekerjaan duniawinya namun hati tetap bisa bermusyahadah kepada Allah. Dengan memakai 2 thoriqoh yang mutabaroh yaitu Qodiriyyah wan Naqsyabandiyyah dimana si murid di talqin dzikir (diijazahi khusus) dengan 2 dzikir:

  1. 1.   Dzikir khofi (dzikir hati). Dzikir khofi ini adalah dzikir yang tidak terikat waktu. Ibadah yang bisa dibawa kemana-mana dikantor, dipabrik, sawah, mobil, sedang berbicara, mengemudi dan lain-lain, tanpa meninggalkan pekerjaanya. Didalam kitab sirrul asrornya Syekh Abdul Qodir Al-Jaelani q.s. Rosul bersabda: “Allah mempunyai hamba yang badannya didunia sedangkan hatinya dibawah arasy”. Perhatikanlah hadits tersebut, jasadnya boleh bekerja seperti umumnya tapi hatinya bercengkrama dengan Allah (terbang ke alam yang paling indah). Dengan syarat Melalui dzikir yang ditanamkan ke ruhani murid tersebut oleh ahlinya (Mursyid)
  2. 2.   Dzikir jahar (dzikir keras)

Dzikir jahar ini adalah dzikir yang bertujuan untuk mendobrak hijab (nafsu) yang ada pada diri kita yaitu nafsu yang membuat malas untuk beribadah, dengan dzikir jahar akan membuat hati lembut, tenang tentram dan ikhlash beribadah sehingga tidak merasa “terpaksa” (dibebani) oleh Allah. Tapi didasari karena cinta yang murni kepada Allah beribadahpun jadi ringan dan ikhlash dan akhlaknya pun jadi terpuji.  Syeikh Abu Hasan Ali-Asy-Syadzili r.a. berkata: “barangsiapa bekerja dan tetap teguh menjalankan kewajiban-kewajiban Tuhannya (ibadah fardlu dan Sunnat-sunnatnya dilaksanakan), maka benar-benar telah sempurna perjuangan melawan hawa nafsunya”.

KESIMPULAN

HATI-HATILAH! carilah Mursyid untuk belajar tasawuf atau thoriqoh untuk menata hati karena Tidak sedikit orang yang kuat beribadah berjam-jam, berpuasa terus menerus dengan meninggalkan keluarga dan pekerjaannya dengan alasan beribadah demi kepentingan dirinya, ketenaran atau demi sesuatu hal, bukan karena Allah. Apakah itu bukan ibadah nafsu?. Dan dengan adanya mursyid sebagai pembimbing ruhani maka bagaimanapun bentuknya pekerjaan atau sesibuk apapun tidak membuat hatinya lupa kepada Allah dan tetap teguh berada dijalan Allah  dengan menjalankan perintahNya dengan hati yang penuh ke ikhlasan

Baca tulisan yang terkait:

kata kunci:

    kunci ilmu hikmahilmu waliayat kunci nafsudoa kunci nafsuDOA KUNCI ILMU HIKMAHkunci nafsuIlmu hikmakunci amalanamalan walidoa kanzul arasy mp3

Tags:

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More Stories From Renungan Sufi

admin

About admin

Content Protected Using Blog Protector By: PcDrome.